(Sumber : PEUI, 2006)
Penerapan Energi Biomassa Pada Pembangkit Listrik PT RAPP
Indonesia
merupakan negara berkembang yang sangat tergantung dengan energi fosil
khususnya batu bara, gas alam dan minyak bumi. Sejak zaman pemerintahan orde
baru hingga saat sekarang ini, energi utama yang menggerakkan perekonomian di
Indonesia adalah energi bahan bakar fosil. Bahan bakar fosil merupakan energi
tak terbarukan sehingga semakin lama energi ini digunakan maka energi ini akan
habis. Pada kenyataannya produksi minyak bumi kita saat sekarang ini terus
mengalami penurunan sedangkan konsumsi terus meningkat.
Meningkatnya
populasi manusia merupakan salah satu penyebab terjadinya krisis energi.
Semakin banyak populasi manusia maka semakin tinggi permintaan akan energi. Gambar
1 memperlihatkan populasi penduduk
Indonesia pada tahun 2005 meningkat menjadi 220.923.000 jiwa. Data yang di
perlihatkan menunjukan peningkatan yang signifikan dan peningkatan ini
diproyeksikan terus bertambah hingga 2025 menjadi 280.447.000 jiwa.
Gambar 1 Populasi penduduk Indonesia
(Sumber :PEUI, 2006)
Peningkatan populasi manusia akan
diikuti dengan peningkatan pada sektor industri, perumahan, transportasi, dan
lain-lain. Gambar 2 memperlihatkan pemakaian total energi pada beberapa sektor
yang terus meningkat hingga tahun 2025.
Gambar 2 Total consumption by sector (including biomass)
(Sumber : PEUI, 2006)
(Sumber : PEUI, 2006)
Perkembangan
energi terbarukan di Indonesia untuk saat sekarang ini sudah bisa dikatakan
pesat karena sudah didukung oleh regulasi regulasi pemerintah tentang
penggunaan energi terbarukan. Di antara regulasi utama yang memeberi perhatian
khusus pada pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia adalah : Peraturan
Presiden Nomor 5/2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, Bluprint Program
Implementasi Energi Nasional 2005, Peraturan pemerintah Nomor 3/2005 tentang
Suplay Listrik, Undang-Undang Nomor 30/2007 tentang Energi, Undang-Undang Nomor
20/2002 tentang Ketenagaan Listrikan, dan lain-lain (Kunaifi, 2011).
Indonesia
memiliki sumber energi terbarukan yang cukup besar mulai dari energi matahari,
energi laut, energi angin, energi mikrohidro, dan energi biomassa. Berbicara
tentang energi biomassa tidak terlepas dari lingkungan sekitar kita, karena
sumber energi bioamassa ini sangat dekat dengan kehidupan kita misalnya produk
dan limbah pertanian, limbah perkebunan (sawit, hutan tanaman industri, kelapa
dan lain-lain), dan limbah peternakan. Energi Biomassa adalah jenis bahan bakar
yang dibuat dengan mengkoversi bahan biologis seperti tanaman.
Gambar 3 Sumber-sumber energi biomassa
(Sumber : amazine, n.d)
Untuk mendukung pemerintah dalam menerapkan
energi terbarukan untuk menghasilkan energi khususnya listrik, baik itu pembangkit
listrik swasta maupun milik negara harus memiliki komitment yang kuat. Sehingga
nantinya setiap pembangkit listrik yang ada di Indonesia tidak terfokus
menggunakan bahan bakar fosil namun juga menggunakan non fosil atau gabungan
antara keduanya (Mix Energy). Dengan menggunakan
energi terbarukan ini diharapkan nantinya mengurangi ketergantungan terhadap
bahan bakar fosil.
Salah satu perusahaan swasta yang telah
menerapkan energi terbarukan khususnya biomassa adalah PT Riau Andalan Pulp and
Paper (PT RAPP) di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau. Bahkan energi yang
digunakan oleh PT RAPP 100% berasal dari energi biomassa (Fiber of Oil Palm and bark) khusus pada proses Boiler 2. PT RAPP
memiliki 3 Power Boiler; Power Boiler 1 menggunakan bahan bakar kulit kayu (bark), Power Boiler 2 menggunakan bakan
bakar Kulit kayu dan serat buah kelapa sawit (Fiber of Oil Palm and bark), dan Power Boiler 3 menggunakan bahan
bakar batu bara dan kulit kayu (Coal and
bark).
Gambar 4 memperlihatkan bagaimana proses
bahan bakar biomassa Fiber of Oil Palm
and bark digunakan untuk pembangkit listtrik. Dimana Fiber of Oil Palm and bark dibakar dalam power boiler (Furnace) untuk menghasilkan steam yang
digunakan untuk menggerakan turbine generator untuk menghasilkan arus listrik.
Gambar 4 Proses konversi energi biomassa menghasilkan listrik
di PT RAPP
Perusahaan perusahaan swasta maupun
milik negara sudah banyak menggunakan energi biomassa. Baik itu 100%
menggunakan biomassa atau dikombinasikan dengan energi bahan bakar fosil (mix energy). Ini membuktikan bahwa
regulasi pemerintah dan komitment yang kuat dari pemangku kepentingan (stakeholder) dari perusahaan swasta
maupun pemerintah sangat central perannanya dalam penerapan energi biomassa
ini.
Hal ini tentunya sangat berguna bagi
kita saat sekarang ini hingga anak cucu kita nanti. Kalau tidak kita mulai dari
sekarang maka krisis energi yang melanda saat sekarang ini akan semakin berlanjut
untuk kedepannya. Lupakan tentang memikirkan diri sendiri, hentikan politik
yang bertujuan memperkaya diri sendiri tanpa memikirkan khalayak orang banyak,
dan mulailah kita memikirkan secara bersama bagaimana energi yang kita gunakan
bisa berkelanjutan (Sustainable) yang
berguna untuk putra putri bangsa kita kedepannya.
Sumber :
Amazine. Apa Itu Energi Bioamassa?
Definisi dan 4 Contohnya. http://www.amazine.co/27020/apa-itu-energi-biomassa-definisi-dan-4-contohnya/.
n.d. (Diakses : 26-03-2015)
Kunaifi. Analisa Potensi dan Peluang
Energi Biomassa di Kabupaten Kampar. UIN SUSKA, Riau. 2011.
Pengajian Energi Universitas Indonesia
(PEUI). Indonesia energy Outlook &
Statistics 2006. Universitas Indonesia, Depok. 2006.
Selamatkan Sumber Air Bersih
Air merupakan sumber kehidupan yang sangat penting bagi manusia serta makhluk hidup lainnya seperti tumbuh-tumbuhan dan hewan. Mulai dari mencuci, mandi, serta konsumsi kita membutuhkan air bersih. Andaikan air bersih ini sulit didapatkan apa yang akan terjadi bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya yang bergantung pada sumber kehidupan ini.
Saat sekarang, Indonesia sudah mulai mengalami krisis air bersih, mulai dari krisis air bersih dari kekeringan, kebanjiran, maupun krisis air bersih karena air sudah tercemar oleh limbah. Padahal Indonesia memiliki 6% persediaan air dunia atau 21% dari persediaan Aia Pasifik, namun dari tahun ke tahun terus mengalami krisis air bersih (Sumber : http://artikel-populer.blogspot.com/2012/03/indonesia-krisis-air-bersih.html).
Warga mengantri untuk mendapatkan air bersih di Jakarta
(Sumber : http://m.mediaindonesia.com/index.php/read/2012/03/03/307778/38/5/Jakarta_Terancam_Krisis_Air_Bersih)
Gambar diatas merupakan salah satu contoh bahwa krisis air bersih mulai melanda di Indonesia. Di Kutip dari media Indonesia, ibu kota Jakarta pada tahun 2025 akan mengalami defisit 23.720 liter air per detik," kata Ketua Umum Indonesia Water Institute, Firdaus Ali. Dan krisis air ini bukan hanya melanda Kota-kota besar saja, tetapi juga di rasakan oleh masyrakat pedesaan seperti terjadinya kekeringan dan banjir. Kalau ditelusuri kebelakang semua kejadian ini tidak terlepas dari ulah manusia itu sendiri, mulai dari penebangan hutan yang tidak terkontrol, industri-industri yang tidak megolah limbahnya dengan baik, serta sampah non organik yang dibuang dengan sembarangan. Sebagai generasi penurus, kita harus mulai memikirkan ini semua demi berlangsungnya kehidupan anak cucu kita nanti.
Coba diilustrasikan bahwa kita hidup pada 60 tahun kedepan dimana sangat sulit sekali mendapatkan air bersih. Apa yang terjadi pada masa itu adalah manusia berlomba-lomba mendapatkan air bersih sehingga terjadi pertikaian. industri-industri banyak gulung tikar kecuali industri pengolahan air. Upah kerja seharian dibayar dengan 2 liter air bersih. Makan-makanan yang terjangkau adalah makanan sintetis karena makanan yang natural sangat mahal sekali. manusia yang umurnya masih 20 tahun kelihatan lebih tua dari semestinya karena mengalami kekurang gizi, kulit keriput karena dehidrasi. Anak anak kita nanti akan bertanya ayah, ibu kenapa air bersih sangat sulit didapatkan dan kita akan termenung sejenak mendengar suara lembut mereka yang polos tidak berdosa. Dan dengan kejadian ini ingin sekali kita kembali kemasa lalu untuk mencegah terjadinya krisis air bersih ini, namun semua hal itu sudah terlambat karena hal yang terjadi tak akan terulang kembali.
Kekurangan gizi
(Sumber : http://www.sadargizi.com/?p=311)
Dari ilustrasi diatas bahwa dapat dibayangkan betapa tragisnya masa-masa yang akan dilewati anak cucu kita nanti. Krisis air bersih harus mendapatkan perhatian khusus oleh pemerintah. Sumber-sumber yang bisa menyebabkan krisis air bersih tersebut adalah pemerintah, industri, dan masyarakat itu sendiri. Ke tiga sumber tersebut mempunyai hubungan yang erat untuk untuk terjaganya sumber air bersih.
Limbah industri
(Sumber : http://industri18fajrirahmawati.blog.mercubuana.ac.id/2011/07/04/jenis-limbah-industri/)
Pencemaran air sungai oleh sampah rumah tangga
(Sumber : http://guezh-jaenudin.blogspot.com/)
Kebijakan dan tindakan tegas dari pemerintah untuk menjaga kelestarian lingkungan merupakan solusi yang masuk akal mengingat pertumbuhan penduduk dan industri yang terus meningkat. Dengan kebijakan dan ketegaskan pemerintah yang pro terhadap lingkungan maka akan menimbulkan berkesinambungan baik bagi industri maupun masyarakat itu sendiri. Industri-industri akan meningkatkan manajemen dalam pengolahan limbah yang sesuai standar yang telah ditentukan. Serta kesadaran masyarakat secara tidak langsung akan terus bertambah dengan adanya penggalakan terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan demi tersedianya pasokan air bersih bagi anak cucu kita nanti.
.........Demikianlah tulisan ini saya buat, semoga bermanfaat bagi kita semua. kalau ada kekurangan dan kesalahan saya minta maaf, karena manusia tidak terlepas dari kesalahan. Assalammu'alaikum Wr Wb.
Memanfaatkan kotoran ternak menjadi energi
Energi terbarukan (Renewable Energy) merupakan energi yang
menjanjikan di masa sekarang maupun akan datang. Seiring dengan
meningkatnya harga dan menipisnya cadangan bahan bakar fosil mau tidak mau
penerapan energi terbarukan harus digalakkan. Sumber-sumber energi terbarukan
di Indoneisa sangat melimpah mulai dari matahari, angin, biogas, gelombang laut
dan panas bumi.
Salah satu energi terbarukan yang menjanjikan di Indonesia
adalah Biogas. Melalui teknologi biogas digester maka akan dihasilkan biogas
atau gas methan yang berguna sebagai bahan bakar. Biogas digester
merupakan suatu teknologi yang memanfaatkan bahan-bahan organik, termasuk
kotoran manusia dan hewan, limbah rumah tangga, dan sampah-sampah organik
secara anaerobik untuk menghasilkan gas methana. Gas methana yang dihasilkan
bersifat dapat terbakar (combustible) sehingga dapat difungsikan untuk
memenuhi kebutuhan rumah tangga seperti memasak dan lain-lain.
Reaksi fermentasi terjadi tanpa kehadiran oksigen sama
sekali atau yang disebut dengan reaksi fermentasi anaerobik . Reaksi fermentasi
anaerobik terjadi dalam beberapa tahap sesuai dengan jenis mikroba yang
terlibat. Berdasarkan cara kerjanya, mikroba yang terlibat dapat
dibedakan yaitu bakteri hidrolisis, bakteri penghasil asetat (acetogenic
bacteria), bakteri penghasil asam (acidogenic bacteria) dan bakteri penghasil
metana (methanogenic bacteria) (Sttal, n.d).
Pada tahap pertama bakteri hidrolisis akan membongkar molekul kompleks dari polimer organik tak larut semacam karbohidrat dari material bahan baku menjadi molekul yang lebih sederhana dan mudah diuraikan jenis bakteri yang lain. Kemudian acidogenic bacteria (bakteri asam) akan merubah molekul gula dan asam amino menjadi karbondioksida (CO2), hidrogen(H2), dan amonia (NH3). Setelah itu acetogenic bacteria (bakteri asetat) akan merubahnya menjadi asam asetat, amonia, hidrogen dan karbondioksida. Setelah bahan-bahan di atas terdapat dalam jumlah yang cukup, maka methanogenic bacteria (bakteri pembentuk methan) akan bekerja merubah bahan–bahan di atas menjadi gas metana (CH4) dan Karbon dioksida (CO2) (Stall, n.d).
Baru-baru ini Mahasiswa KKN UIN SUSKA Riau berhasil membuat dan menerapkan biogas di Desa Jati Baru-Siak. Dengan memanfaatkan fasilitas yang seadanya seperti drum, pipa, kompor gas yang dirombak mereka berhasil membuktikan bahwa dari kotoran sapi yang dianggap tidak berguna berhasil mereka ubah menjadi energi yang berguna bagi masyarakat.
Tentunya dengan keberhasilan ini diharapkan masyarakat Desa
Jati Baru dapat menerapkan teknologi ini untuk meningkatkan taraf perekonomian
atau pendapatan mereka sehari-hari.
Gamabar 1. saya dan mahasiswa UIN SUSKA
Gambar 2. Biogas digester
Gambar 3. biogas digester
Gamabar 4. Api pembakaran gas Methan yang berasal dari
biogas digester
Dari gambar diatas dapat dilihat digester yang dibuat
dengan peralatan yang mudah didapat dan terjangkau bagi masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa pemanfaatan energi terbarukan seperti biogas tidak sesulit yang dibayangkan. Apabila ada kemauan baik dari masyarakat maupun pemerintah untuk menggalakkan energi ini maka secara langsung akan membantu perekonomian masyarakat itu sendiri.
Demikian tulisan ini saya buat, apabila ada kekurangan dan kesalahan dalam penulisan dan bertutur kata saya minta maaf. Assalamualaikum Wr Wb.
Demikian tulisan ini saya buat, apabila ada kekurangan dan kesalahan dalam penulisan dan bertutur kata saya minta maaf. Assalamualaikum Wr Wb.
Siak Menuju Mandiri Energi
Kabupaten siak merupakan kabupaten yang pembangunannya berkembang pesat. Secara geografis Kabupaten Siak terletak pada koordinat 10 16’ 30” — 00 20’ 49” Lintang Selatan dan 1000 54’ 21” 102° 10’ 59” Bujur Timur. Secara fisik geografis memiliki kawasan pesisir pantai yang berhampiran dengan sejumlah negara tetangga dan masuk kedalam daerah segitiga pertumbuhan (growth triangle) Indonesia - Malaysia - Singapura. Sehingga kabupaten siak berada pada jalur perdagangan yang strategis. Selain itu pemerintah kabupaten Siak memiliki infrastruktur jangka panjang, ini terlihat dari jemabatan Sultan Syarif Hasim (SSH) yang menggunan energi terbarukan (PLTS) selain itu pembangunan stadiun di pusat kota siak menggunakan penerangan dengan menggunakan PLTS ini.
Gambar 1. Jembatan Sultan Syarif Hasim
Kabupaten Siak dapat dijadikan contoh dalam penerapan energi terbarukan, hal ini terlihat dari jembatan Sultan Syarif Hasim yang ada di perawang dimana lampu jembatan menggunakan PLTS. Dengan memanfaatkan intensitas cahaya matahari yang melimpah maka pemrintah Kabupaten Siak sangat jeli melihat potensi ini. Hal ini merupakan pemikiran yang sangat jenius dalam membangun kemajuan daerah menggunakan energi dari alam yang tak akan pernah habis.
Gambar 2. Jembatan Sultan Syarif Hasim
Gambar 3. Me,,hehe
Gambar 4. Jembatan Sultan Syarif Hasim pada malam hari
Mudah-mudahan semua daerah di riau mengikuti jejak kabupaten Siak dan semoga kabupaten Siak tidak akan berhenti dalam menerapkan energi terbarukan demi menghemat bahan bakar fosil yang cadangannya terus menipis. Go Green.
General Design of Solar Pump
Banyak daerah terpencil di Indonesia belum bisa menikmati aliran listrik dari pemerintah. kebanyakan dari mereka menggunakan mesin diesel/genset untuk menghasilkan listrik yang digunakan untuk penerangan, Pompa, pertanian dan lain-lain. Banyak kendala yang dihadapi dalam mengunakan mesin diesel terutama dari segi biaya dan perawatan. Bila diasumsikan rata-rata satu hari menggunakan 4 liter solar dengan harga sekarang Rp. 4500 maka dalam sebulan akan mengeluarkan biaya sebesar Rp 540.000. Belum lagi biaya perawatan dan perbaikan mesin, biaya transportasi, dan lain-lain. Cara yang paling sederhana untuk mengatasi masalah ini adalah menggunakan energi terbarukan pada salah satu aktifitas warga yang menggunakan listrik misalnya Penggunaan Pompa air menggunakan tenaga surya. Hal ini akan secara langsung dapat menekan konsumsi masyarakat pada penggunaan bahan bakar fosil khusunya minyak solar.
Pompa air adalah salah satu yang paling sederhana dan tepat untuk menggunakan tenaga surya. Pompa air tenaga surya ini dapat memeuhi berbagai kebutuhan air seperti untuk irigasi untuk pengairan sawah, untuk kebutuhan air sehari-hari (mandi, cuci, dan minum). banyak keuntungan dari pemanfaatan pompa air tenaga surya antara lain; merupakan teknologi terbarukan, tidak memerlukan perawatan khusus, dan tidak memerlukan bahan bakar minyak.
Pada Trakia journal of Sciences yang ditulis oleh Eker tahun 2005, ada dua tipe pompa tenaga surya, antara lain:
1. Battery-Coupled
Pada Battery-Coupled, sistem pompa tenaga surya akan menggunakan baterai untuk menyimpan dan memasok arus listrik DC ke baban (pompa). Sistem ini terdiri dari PV, BCR, Baterai, Pengontrol pompa, switch tekanan tangki, dan pompa air DC. Pada siang hari arus listrik yang dihasilkan di isi ke baterai yang kemudian arus listrik dari baterai akan dialirkan ke pompa kapan saja dibutuhkan.
Penggunaan baterai pada pompa tenaga surya memiliki kelemahan. Baterai dapat mengurangi efisiensi keseluruhan sistem karena tegangan operasi ditentukan oleh baterai. hal ini juga tergantung pada suhu dan seberapa baik baterai diisi. Tegangan yang didapat dari baterai bisa 1-4 volt lebih rendah dari tegangan yang dihasilkan oleh panel surya selama kondisi maksimal. Pengurangan efisiensi ini dapat diatasi dengan penggunaan Pump Controller sehingga tegangan dari baterai dapat ditingkatkan.
Pada Battery-Coupled, sistem pompa tenaga surya akan menggunakan baterai untuk menyimpan dan memasok arus listrik DC ke baban (pompa). Sistem ini terdiri dari PV, BCR, Baterai, Pengontrol pompa, switch tekanan tangki, dan pompa air DC. Pada siang hari arus listrik yang dihasilkan di isi ke baterai yang kemudian arus listrik dari baterai akan dialirkan ke pompa kapan saja dibutuhkan.
Gambar 1. Battery-Coupled solar pumping system
(Sumber: Eker, 2005)
Penggunaan baterai pada pompa tenaga surya memiliki kelemahan. Baterai dapat mengurangi efisiensi keseluruhan sistem karena tegangan operasi ditentukan oleh baterai. hal ini juga tergantung pada suhu dan seberapa baik baterai diisi. Tegangan yang didapat dari baterai bisa 1-4 volt lebih rendah dari tegangan yang dihasilkan oleh panel surya selama kondisi maksimal. Pengurangan efisiensi ini dapat diatasi dengan penggunaan Pump Controller sehingga tegangan dari baterai dapat ditingkatkan.
2. Direct-Coupled
Pada Direct-Coupled, sistem pompa tenaga surya tidak menggunakan baterai sehingga arus listrik dialirkan langsung ke baban (pompa). Sistem ini dirancang hanya memompa air selama adanya matahari yaitu pada siang hari. Jumlah air yang dipompa sepenuhnya tergantung pada jumlah intensitas cahaya matahri yang dihasilkan. Apabila intensitas matahari pada titik optimal maka pompa beroperasi pada atau dekat efisiensi 100% dengan air mengalir maksimum. namun pada pagi dan sore efisiensi pompa turun sebesar 25% atau lebih dibawah kondisi cahaya rendah. selain itu selam kondisi berawan efisiensi pompa juga terganggu. Sehingga dari kelemahan-kelamhan yang didapat diperlukan design modul surya yang cocok atau menentukan banyaknya modul surya yang sesuai untuk mengatasinya. Selain itu, diperlukan tempat penyimpanan air yang lebih besar apabila suatu saaat modul surya tidak mampu menggerakkan pompa karena kekurangan energi dari matahari.
Gambar 2. Direct-Coupled solar pumping system
(Sumber: Eker, 2005)
Secara umum sistem Direct-Coupled paling sering digunakan. Tujuan menggunakan sistem ini adalah agar lebih ekonomis karena tidak menggunakan baterai selain itu, Indonesia memiliki intensitas cahaya matahari yang cukup karena berada di garis katulistiwa.
Sistem perairan yang menggunakan tenaga surya memiliki sistem utama yaitu modul surya. Pompa DC, Tangki penyimpanan air, dan kontrol.
1. Modul surya
Modul surya merupakan sumber penghasil energi listrik DC yang di picu dari pengaruh energi luar yaitu energi matahari. Dalam pemasangan modul surya terdapat dua cara yaitu; pertama, supaya lebih ekonomis modul surya yang diletakkan pada kedudukan yang menghadap keselatan tanpa menggunakan tracker. kedua, modul surya yang diletakkan pada sebuah struktur yang menggunakan tracker. Tujuan menggunakan tracker adalah mengoptimalkan energi matahri yang jatuh di permukaan modul.
Gambar 3. Modul surya yang menggunakan tracker dan modul surya yang menggunakan tracker
( Sumber: http://kunaifi.files.wordpress.com/2009/03/p1040220.jpg dan http://energisurya.files.wordpress.com/2007/08/solar-pump.jpg)
2. Pompa DC
Pompa DC dapat digolongkan sebagai pump displacement sentrifugal, submersible, atau surface type. Pompa menggunakan diafragma, baling-baling atau piston untuk menutup air dalam ruang dan memaksa melalui outlet debit. Pompa sentrifugal menggunakan impeller berputar yang menambahkan energi ke air dan mendorong ke sistem, mirip dengan roda air. Pompa submersible, ditempatkan ke dalam sumur atau bah, sangat handal karena mereka tidak terkena suhu beku, tidak perlu perlindungan khusus dari element, dan tidak memerlukan cat dasar. Pompa surface type, pompa terletak dekat permukaan air, digunakan terutama untuk memindahkan air melalui saluran pipa. Beberapa pompa permukaan dapat digunakan pada dataran tinggi yang cocok untuk bergerak jarak jauh atau untuk tinggi elevasi (Eker, 2005).
Gambar 4. Pompa DC sentrifugal
(Sumber : conergy, n.d)
3. Tangki penyimpanan air
Baterai biasanya tidak dianjurkan untuk sistem pengairan bertenaga surya karena bisa mengurangi efisiensi keseluruhan sistem dan dan menambah biaya pemeliharaan . Dari pada menyimpan listrik dalam baterai, umumnya lebih sederhana dan lebih ekonomis untuk menginstal 3 sampai bernilai 10 hari penyimpanan air (Eker, 2005).
4. Controller or inverter
Controller pada pompa berfungsi melindungi pompa dari tinggi atau rendahnya tegangan dan memaksimalkan jumlah air yang di pompa walaupun kondisi cuaca kurang ideal. Atau Apabila pompa tergolong pompa AC maka sistem di tambah dengan inverter. inverter berfungsi untuk merubah arus listrik DC menjadi AC untuk mengoperasikan pompa.
Setelah mengetahui sistem utama dari pengairan yang menggunakan tenaga surya selanjutnya baru mendisain sistem nya. Secara umum perancangan ini sama dengan perancangan sistem PLTS skala rumah tangga tapi yang membedakan sistem ini di khuskan untuk pompa yang digunakan untuk pengairan. Pertama, perancangan dimulai dengan menentukan intensitas cahaya matahari melalui database database Surface Meteorology and Solar Energy (SMSE) milik National Aeronautic and Space Administration (NASA). Kedua, melakukan studi beban dengan melakukan pemilihan pompa (apakah pompa yang digunakan DC atau AC) dan melihat daya nyata dari Pompa, Menentukan kemiringan modul surya yang mengarah keselatan (tidak diperlukan apabila memakai tracker), menetukan efisiensi inverter, menentukan bulan design. dan seterusnya. Untuk lebih lengkap lihat standar perancangan PLTS yang sudah ada contohnya standar Australia AS 4509.2-2002. sekian dan terima kasih semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.
Setelah mengetahui sistem utama dari pengairan yang menggunakan tenaga surya selanjutnya baru mendisain sistem nya. Secara umum perancangan ini sama dengan perancangan sistem PLTS skala rumah tangga tapi yang membedakan sistem ini di khuskan untuk pompa yang digunakan untuk pengairan. Pertama, perancangan dimulai dengan menentukan intensitas cahaya matahari melalui database database Surface Meteorology and Solar Energy (SMSE) milik National Aeronautic and Space Administration (NASA). Kedua, melakukan studi beban dengan melakukan pemilihan pompa (apakah pompa yang digunakan DC atau AC) dan melihat daya nyata dari Pompa, Menentukan kemiringan modul surya yang mengarah keselatan (tidak diperlukan apabila memakai tracker), menetukan efisiensi inverter, menentukan bulan design. dan seterusnya. Untuk lebih lengkap lihat standar perancangan PLTS yang sudah ada contohnya standar Australia AS 4509.2-2002. sekian dan terima kasih semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.
Potential Biomass of Oil Palm
Dari dulu hingga saat ini manusia telah memanfaatkan biomassa untuk mendukung aktifitas setiap harinya. Biomassa digunakan sebagai sumber makanan manusia, sumber bahan bakar, makanan ternak, dan pupuk. Dan dizaman modern ini biomassa bisa dijadikan energi listrik. Biomassa memiliki banyak keuntungan anatara lain merupakan energi terbarukan, tersedia dalam bentuk liquid (cair, gas, dan padat), dapat mengurangi GRK, dapat menciptakan pasar industri baru, dan dapat membantu pembangunan kawasan desa.
Menurut Biomass Energy Centre (2011) biomassa dapat didefinisikan sebagai bahan biologis yang berasal dari organisme hidup. Secara kimiawi, biomassa adalah zat berbasis karbon dan terdiri dari campuran molekul organik yang mengandung hidrogen, biasanya juga mengandung atom oksigen, sering kali mengandung nitrogen, dan sejumlah kecil atom lain, termasuk alkali, alkalin tanah dan logam berat. Logam ini sering ditemukan dalam molekul fungsional seperti porfirin yang meliputi klorofil yang mengandung magnesium. Sedangkan menurut Biomas Energy Europe (2010a), biomass didefinisikan sebagai bagian dari suatu produk yang dapat terurai secara biologi, limbah dan sisa dari pertanian (termasuk zat nabati dan hewani), kehutanan dan industri terkait, serta bagian dari limbah industri dan limbah kota yang terdgradasi secara biologis.
Kelapa sawit merupakan salah satu sumber biomassa yang belum digunakan secara optimal. Menurut Biomass Energy Europe (2010a) jenis-jenis biomassa terbagi kedalam empat katagori yaitu Biomassa hutan, Tanaman Energi, Residu pertanian, dan Limbah organik. kelapa sawit termasuk kedalam kategori tanaman energi.
Ada enam jenis biomassa yang dihasilkan dari proses produksi minyak kelapa sawit, antara lain sebagai berikut :
1. Pelepah Sawit
Pelepah kelapa sawit dapat dihasilkan pada setipa panen atau pada saat penebangan untuk ditanam kembali. banyaknya pelepah sawit yang dihasilkan pada setiap panen sebesar 10,4 ton per hektar (BFPIC, 2009). Nilai kalori dari pelepah sawit adalah 15,719 Kj/ton (Enreach, 2011).
Gambar 1. Kelapa sawit
1. Pelepah Sawit
Pelepah kelapa sawit dapat dihasilkan pada setipa panen atau pada saat penebangan untuk ditanam kembali. banyaknya pelepah sawit yang dihasilkan pada setiap panen sebesar 10,4 ton per hektar (BFPIC, 2009). Nilai kalori dari pelepah sawit adalah 15,719 Kj/ton (Enreach, 2011).
Gambar 2. Pelepah Sawit
(Sumber: http://www.medanbisnisdaily.com/functs/viewthumb.php?id=pelepah_sawit_untuk_pakan_sapi_181.gif&w=545)
2. Batang sawit
kelapa sawit mempunyai rata-rata umur sampai dengan 25 tahun. setelah melewati batas umur sawit akan ditebang dan ditanam dengan yang baru. Panjang batang sawit yang sudah ditebang mencapai 7 meter hingga 13 meter dengan diameter 45 cm hingga 65 cm. Dalam satu hektar kelapa sawit yang ditebang menghasilkan 75,5 ton batang sawit dalam berat kering (BFPIC, 2009).
Gambar 3. Batang Kelapa sawit
(Sumber: http://test.bfdic.com/en/d/file/Features/Features/2009-03-12/a28fe52bcaa97724bb3dd7bb545029ea.jpg)
3. Tandan kosong
Pada pabrik kelapa sawit, Tandan buah segar diseterilkan melalui proses perontokkan untuk memisahkan buah sawit. Tandan kosong terdiri dari 20%-25% sedangkan buah sawit sebesar 75%-80% disertai duri diujung buah. Berat kering tandan kosong per hektar mencapai 1,6 ton (BFPIC, 2009). Nilai kalori dari tandan kosong adalah 8,16 Kj/ton (Enreach, 2011). Ini memperlihatkan tandan kosong kelapa sawit mempunyai potensi yang besar untuk pemanfaatan energi biomassa
Gambar 4. Tandan kosong kelapa sawit
(Sumber: http://test.bfdic.com/en/d/file/Features/Features/2009-03-12/a28fe52bcaa97724bb3dd7bb545029ea.jpg)
4. Cangkang buah sawit
Pada produksi minyak sawit, cangkang yang ada di buah dipissahkan dari serat buah sawit. dalam satu hektar dari buah sawit yang dipanen menghasilkan cangkang sebesar 15,625 ton serta nilai kalori yang dihasilkan adalah 18,83 Kj/ton ( Enreach, 2011).
Gambar 5. Cangkang buah sawit
(Sumber: http://www.ceramtechno.com/images/oil_palm_shell.jpg)
5. Serat
Dari proses produksi akhir minyak kelapa sawit akan dihasilkan serat buah sawit. dalam satu hektar buah sawit yang dipanan akan menghasilkan serat pada proses akhirnya sebesar, 5,88 ton dan kalori yang dihasilkan sebesar 11,34 Kj/ton (Sumber: Enreach, 2011).
Gambar 6. Serat buah kelapa sawit
(Sumber: http://www.etawau.com/OilPalm/EFB/OilPalmFiber14.jpg)
6. Limbah pabrik kelapa sawit
Proses pengolahan minyak kelapa sawit tidak terlepas dari limbah yang dihasilkan. Limbah yang dihasilkan bisa digunakan sebagai sumber energi biomassa yaitu pome. Limbah pome dapat menghasilkan biogas sebagai sumber energi.
Indonesia kaya akan perkebunan kelapa sawit sehingga potensi energi biomassa yang berasal dari kelapa sawit sangat menjanjikan. Apabila biomassa yang berasal dari residu yang dihasilkan dari produksi minyak kelapa sawit dapat dioptimalkan maka akan mengurangi penggunaan energi yang berasal dari bahan bakar fosil. Ini semua akan kembali kepada kebijakan dan tindakan nyata dari pemerintah yang mendukung secara penuh atau sebaliknya dalam mengembangkan energi terbarukan. semoga tulisan ini bermanfaat dan sekian terima kasih.
Indonesia kaya akan perkebunan kelapa sawit sehingga potensi energi biomassa yang berasal dari kelapa sawit sangat menjanjikan. Apabila biomassa yang berasal dari residu yang dihasilkan dari produksi minyak kelapa sawit dapat dioptimalkan maka akan mengurangi penggunaan energi yang berasal dari bahan bakar fosil. Ini semua akan kembali kepada kebijakan dan tindakan nyata dari pemerintah yang mendukung secara penuh atau sebaliknya dalam mengembangkan energi terbarukan. semoga tulisan ini bermanfaat dan sekian terima kasih.
Design PLTS With Australian Standard
Dalam perancangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) perlu memperhatikan beberapa faktor-faktor dasar seperti menentukan intensitas cahaya matahari, menentukan jenis beban, menetukan daya nyata yang terpasang, mempertimbangkan pola hidup pemakaian listrik, menentukan kemiringan modul surya, menentukan efisinesi inverter rata-rata, design load energy, daya maksimum pada line DC, menentukan tegangan operasi DC, perkiraan arus DC pada beban maksimum, dan bulan disain . Setelah faktor-faktor dasar diketahui barulah bisa merancang sistem PLTS. Dibawah ini adalah urutan-urutan bagaimana merancang PLTS yang benar menggunakan Standard Autralia AS 4509.2-2002.
Gambar 1. Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Perancangan Awal PLTS
Perancangan awal PLTS secara umum memiliki 11 tahap, antara lain sebagai berikut :
1. Menentukan intensitas cahaya matahari
Intensitas cahaya matahari merupakan sumber energi utama dalam pembangkit listrik tenaga surya. Intensitas cahaya matahri dapat diperoleh dari database Surface Meteorology and Solar Energy (SMSE) milik National Aeronautic and Space Administration (NASA, Amerika Serikat, menggunakan username dan Password khusus. Untuk mendapatkan data dari SMSE NASA siperlukan titik koordinat lokasi yang akan dipasang PLTS. Cara mudah untuk mendapatkan titik koordinat yaitu dengan menggunakan Google Eearth. Dibawah ini adalah salah satu contoh tabel intensitas cahaya matahari yang didapat dari SMSE NASA.
Gambar 1. Tabel intensitas cahaya matahari dari SMSE NASA
2. Menentukan Jenis Beban
Jenis beban terdiri dari 2 jenis yaitu Beban AC dan Beban DC. Apabila jenis beban AC yang dipakai maka sistem PLTS memerlukan Inverter untuk mengkonversika arus listrik DC ke AC. Apabila jenis beban DC, maka tidak diperlukan lagi menggunakan inverter. Atau yang terakhir menggunakan dua jenis beban sekalian, dan ini sangat tergantung bagaimana proses intalasi pengkabelan nantinya. memang kalau memakai dua jenis beban proses instalasinya lebih sulit/banyak dari pada satu jenis beban.
3. Menentukan daya nyata yang terpasang atau yang akan dipasang
setelah nilai intensitas cahaya matahari diketahui selanjutnya menentukan daya nyata dari beban yang terpasang atau daya beban yang akan dipasang. daya nyata ini dapat dilihat dari yang tertera pada perangkat elektronik yang mempunyai satuan dalam Watt (W). Semua daya nyata yang ada diperangkat elektronik untuk menentukan daya nyata total.
4. Menentukan atau mengetahui bagaimana pola hidup dalam pemakaian listrik
pola hidup pemakian listrik sangat perlu diketahui karena ini menentukan kapasitas modul surya yang akan dipakai. salah satu contoh dalam menentukan pola hidup pemakian listrik adalah berapa lama pemakian televisi di rumah sehingga dapat menentukan energi yang terpakai oleh televisi dalam satu hari. Dan akhirnya akan didapat profil beban listrik dapat diketahui.
5. Sudut kemiringan modul Surya
Peletakan sudut kemiringan modul surya ini sangat penting karena bertujuan untuk mengoptimalkan produksi energi yang dihasilkan modul surya. Sesuai dengan standard Australia AS 4509.2-2002 sudut kemiringan peletakan modul surya sama dengan derajat lintang lokasi (lintang selatan) pemasangan sistem PLTS. Kalau posisi teerlalu datar sehingga tidak mengoptimalkan pembersihan air hujan, sudut kemiringan ditetapkan standar sebesar 10 derajat lintang selatan.
6. Efisiensi inverter rata-rata
efisiensi inverter rata-rata biasanya terdapt pada spesifikasi inverter, misalnya efisiensi inverter sebesar 85%.
7. Design load energy
Design load energy adalah konsumsi energi rata-rata per hari pada rumah tangga. Design load energy ditentukan dengan membagi total energi perhari dengan efisiensi inferter
Peletakan sudut kemiringan modul surya ini sangat penting karena bertujuan untuk mengoptimalkan produksi energi yang dihasilkan modul surya. Sesuai dengan standard Australia AS 4509.2-2002 sudut kemiringan peletakan modul surya sama dengan derajat lintang lokasi (lintang selatan) pemasangan sistem PLTS. Kalau posisi teerlalu datar sehingga tidak mengoptimalkan pembersihan air hujan, sudut kemiringan ditetapkan standar sebesar 10 derajat lintang selatan.
Gambar 1. Sudut kemiringan modul surya
6. Efisiensi inverter rata-rata
efisiensi inverter rata-rata biasanya terdapt pada spesifikasi inverter, misalnya efisiensi inverter sebesar 85%.
7. Design load energy
Design load energy adalah konsumsi energi rata-rata per hari pada rumah tangga. Design load energy ditentukan dengan membagi total energi perhari dengan efisiensi inferter
8. Daya maksimum pada line DC
Dapat diketahui dari profil beban yang telah ditentukan sebelumnya. misalnya dari beban puncak diperoleh sebesar 362 Watt yang diakibatkan beberapa komponen elektronika yang dihidupkan pada waktu yang sama. Apabila beban memiliki dua jenis maka menentukan daya maksimum pada line DC menggunakan rumus dan rumus ini dapat dilihat di Standar Australia AS 4509.2-2002.
9. Tegangan Operasi DC
Tegangan operasi DC adalah tegangan yang melewati line DC yang nilainya sama dengan tegangan baterai. Penentuan tegangan ini ditentukan oleh si perancang dan yang tersedia dipasaran misalnya 3 W, 6 W, 12 W, dan seterusnya.
10. Perkiraan arus DC pada beban maksimum
Perkiraan arus DC pada beban maksimum adalah dimana beban puncak berbanding terbalik dengan tegangan operasi DC.
11. Bulan desain
Penentuan bulai desain adalah menetukan nilai intensitas cahaya matahari yang digunakan untuk perancangan sistem PLTS. Misalnya kita menggunakan bulan desain di bulan yang mendapatkan cahaya matahari yang paling rendah yaitu sebesar 4,2 kWh/m2/hari.
Perancangan Sistem PLTS
Setelah perancangan awal PLTS di ketahui maka selanjutnya akan dilakukan perancangan sistem PLTS dengan menentukan spesifikasi alat-alat utama pendukung sistem PLTS. Penentuan spesifikasi sistem PLTS antara lain sebagai berikut :
1. Menetukan ukuran dan spesifikasi inverter
2. Menentukan ukuran dan spesifikasi baterai
3. Menentukan ukuran dan spesifikasi modul surya, dan
4. Menentukan ukuran dan spesifikasi Battery charge Regulator (BCR)
Untuk mengetahui secara detail untuk merancang sistem PLTS, Gunakan standar Autralia AS 4509.2-2002. Semoga hal ini membantu, Sekian dan terimakasih.
1. Menetukan ukuran dan spesifikasi inverter
2. Menentukan ukuran dan spesifikasi baterai
3. Menentukan ukuran dan spesifikasi modul surya, dan
4. Menentukan ukuran dan spesifikasi Battery charge Regulator (BCR)
Untuk mengetahui secara detail untuk merancang sistem PLTS, Gunakan standar Autralia AS 4509.2-2002. Semoga hal ini membantu, Sekian dan terimakasih.





































